Rabu, 28 Juni 2017

Hafiz Salim pekerja keras


Keinginan memiliki usaha sendiri, mungkin merupakan setiap orang dalam mengembangkan kariernya. Termasuk juga dengan pelawak jebolan TPI, Hafiz ‘Salim’, dia mengaku saat ini sedang mengembangkan usaha menjadi tukang cuci pakaian.

“Namanya Mom’s.do, belum lama sih berdirinya, baru sekitar 4 atau 5 bulan yang lalu. Kalau dari proses persiapan sampai jalan usaha nyuci baju ini, ya lima bulanan,” ungkapnya kepada Machfudh saat ditemui di sela-sela acara Dai Muda Indonesia, MNC, Jakarta, Rabu (16/07-2014).
Menurutnya usaha ini merupakan usaha keduanya, dimana usaha pertama tidak dilanjutkan lantaran modal usaha yang diperlukan sangat besar. “Beda dengan usaha nyuci baju, modal awalnya tidak terlalu besar,” kata pria yang pernah mengikuti audisi pelawak TPI tahun 2006.
Ketika disinggung siapa yang mempunyai idea membuka usaha nyuci baju alias laundry ini, Hafiz mengungkapkan bahwa idea awalnya dia dan istrinya. “Kalau kepengen punya usaha itu dah lama, beberapa tahun yang lalu, cuma belum tahu mau buka usaha apa,” ungkapnya.
Kebetulan rumah mertuanya berada di kawasan Cibubur, tambahnya, ketika dia sekeluarga bersilaturrahmi kesana, dia mengaku kerap melihat kios-kios laundry.
“Banyak banget yang buka usaha jasa cuci pakaian. Akhirnya saya coba tanya, ternyata usaha tersebut tidak ada yang kosong, selalu penuh dengan cucian kotor, makanya saya dengan istri sepakat untuk buka usaha yang sama,” jelas Hafiz.
Setelah mantap dengan pilihan bentuk usahanya, dia melakukan survey lokasi dan mendapatkan tempat di Apartemen Belmore, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. “Nah, disitulah Mom’s.do laundry dibuka pertama kali. Alhamdulillah, sampai sekarang perharinya sudah bisa menerima 80 – 100 Kg, dengan harga perkilonya hanya Rp 7 ribuan,” paparnya.
Menurutnya, saat ini orang kelas menengah ke atas sudah mulai malas mencuci sendiri, makanya mereka membutuhkan tempat mencuci. Itulah yang menjadi alasan kenapa dia mengambil lokasi di apartemen.
“Memang tiap usaha ada resikonya, tapi resiko dari usaha laundry ini tidak terlalu besar. Malah tidak sampai jutaan, kalau pun ada cuntomer yang komplian. Jadi, selama ini saya syukurin aja hidup ini, ya dari ngelawak, pembawa acara, host dakwah sampai sekarang jadi tukang cuci pakaian,” tandasnya. (Machfudh)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar