Kamis, 24 Agustus 2017

Motivator religius Mas Dik Doank

Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma Dik Doank 21 September 1968 (umur 48) Indonesia Penyanyi Pembawa acara 1994 - sekarang Myrna Yuanita Ratta Billa Baggi Geddi Jaddi Membummi Putti Kayya Hatti Imanni Dik Doank suka menggambar dan mengarang komik sejak kecil. Hobi ini terus dikembangkannya dan saat berusia 15 tahun, Dik mulai mengarang lagu. Karyanya sering diikutkan dalam lomba meski belum pernah menang. Selepas SMA, Dik mempertajam bakat seninya dengan belajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Desain Grafis spesifikasi cover album dan poster. Hasil kerja keras Dik dapat dinikmati di sampul kaset album milik Atiek CB, Chrisye, Broery Pesulima, Nike Ardilla, Ebiet G. Ade, Koes Plus dan AB Three. Setelah sekian lama bergelut di bidang pembuatan cover album, akhirnya
Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma Dik Doank 21 September 1968 (umur 48) Indonesia Penyanyi Pembawa acara 1994 - sekarang Myrna Yuanita Ratta Billa Baggi Geddi Jaddi Membummi Putti Kayya Hatti Imanni Dik Doank suka menggambar dan mengarang komik sejak kecil. Hobi ini terus dikembangkannya dan saat berusia 15 tahun, Dik mulai mengarang lagu. Karyanya sering diikutkan dalam lomba meski belum pernah menang. Selepas SMA, Dik mempertajam bakat seninya dengan belajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Desain Grafis spesifikasi cover album dan poster. Hasil kerja keras Dik dapat dinikmati di sampul kaset album milik Atiek CB, Chrisye, Broery Pesulima, Nike Ardilla, Ebiet G. Ade, Koes Plus dan AB Three. Setelah sekian lama bergelut di bidang pembuatan cover album, akhirnya

Dik Doank bisa menembus dapur rekaman pada tahun 1997. Single "Pulang" dari album pertama langsung melejitkan nama Dik Doank. Dik kemudian meluncurkan album "Jangan Takut" dengan single hits "Pak Posku" dan "Digoda Waria". Tahun 2004, Setelah absen kurang lebih 5 tahun, Dik mengeluarkan album ketiganya bertajuk “180 Derajat”. Lirik lagu di album “180 Derajat” ini masih tetap bertema sosial dengan kalimat-kalimat yang sedikit nakal yang memang menjadi ciri khas Dik Doank. Meski telah mengeluarkan 3 album, namun Dik Doank lebih terkenal sebagai pembawa acara. Dik pernah menjadi pembawa acara untuk acara siaran langsung piala dunia FIFA World Cup 2002 Korea-Jepang bersama Ucok Baba. Selain itu, berkat membintangi sebuah produk minuman penambah energi, Dik Doank dapat bertemu dan membintangi iklan yang sama dengan pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero. Pada tahun 2007, Dik Doank secara rutin tampil di televisi memandu acara "Selamat Pagi" di Trans 7 bersama Desy Ratnasari. Pada tahun 2008 mengisi acara europhoria 2008 yang di siarankan oleh Rcti saat berlangsung Euro 2008 di Austria dan Swiss Kehidupan sosial Dik Doank sangat perduli dengan kehidupan dan lingkungan sosial. Di tempat tinggalnya, di kawasan Jurangmangu, Ciputat, Tangerang, Dik mendirikan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, yang sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah bertema alam tersebut diberi nama "Kandank Jurank Doank". Sekolah ini berawal dari keprihatinan Dik terhadap keterpurukan nasib pendidikan sebagian anak-anak Indonesia. Dik juga perduli dengan lingkungan sekitarnya. Setiap minggu, Dik mengadakan diskusi dengan warga di lingkungan rumahnya, sebagai perwujudan kepedulian terhadap lingkungan. Sejak tahun 2004, Dik Doank mendirikan "Yayasan Dik Doank". Yayasan ini menaungi sekolah yang memperkenalkan pendidikan dan mengembangkan bakat anak-anak. Melalui sekolah ini, Dik juga mencoba memberi bekal bermain sepak bola kepada anak-anak. Kehidupan pribadi Dik Doank menikah dengan Myrna Yuanita pada tahun 1993. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 3 orang anak, Ratta Billa Baggi, Geddi Jaddi Membummi, dan Putti • Jangan Takut - 1997 Filmografi • Kuldesak - 1997 • Ariel & Raja Langit - 2005 • Ikhsan: Mama I Love You - 2008

Manager Dik Doank

Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma Dik Doank 21 September 1968 (umur 48) Indonesia Penyanyi Pembawa acara 1994 - sekarang Myrna Yuanita Ratta Billa Baggi Geddi Jaddi Membummi Putti Kayya Hatti Imanni Dik Doank suka menggambar dan mengarang komik sejak kecil. Hobi ini terus dikembangkannya dan saat berusia 15 tahun, Dik mulai mengarang lagu. Karyanya sering diikutkan dalam lomba meski belum pernah menang. Selepas SMA, Dik mempertajam bakat seninya dengan belajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Desain Grafis spesifikasi cover album dan poster. Hasil kerja keras Dik dapat dinikmati di sampul kaset album milik Atiek CB, Chrisye, Broery Pesulima, Nike Ardilla, Ebiet G. Ade, Koes Plus dan AB Three.

Irvan Dadi
Telp 085100292698
Sekolah Maroko
Jl. H Salim III No 07
Radio Dalam Jakarta Selatan

Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma Dik Doank 21 September 1968 (umur 48) Indonesia Penyanyi Pembawa acara 1994 - sekarang Myrna Yuanita Ratta Billa Baggi Geddi Jaddi Membummi Putti Kayya Hatti Imanni Dik Doank suka menggambar dan mengarang komik sejak kecil. Hobi ini terus dikembangkannya dan saat berusia 15 tahun, Dik mulai mengarang lagu. Karyanya sering diikutkan dalam lomba meski belum pernah menang. Selepas SMA, Dik mempertajam bakat seninya dengan belajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Desain Grafis spesifikasi cover album dan poster. Hasil kerja keras Dik dapat dinikmati di sampul kaset album milik Atiek CB, Chrisye, Broery Pesulima, Nike Ardilla, Ebiet G. Ade, Koes Plus dan AB Three. Setelah sekian lama bergelut di bidang pembuatan cover album, akhirnya
Dik Doank bisa menembus dapur rekaman pada tahun 1997. Single "Pulang" dari album pertama langsung melejitkan nama Dik Doank. Dik kemudian meluncurkan album "Jangan Takut" dengan single hits "Pak Posku" dan "Digoda Waria". Tahun 2004, Setelah absen kurang lebih 5 tahun, Dik mengeluarkan album ketiganya bertajuk “180 Derajat”. Lirik lagu di album “180 Derajat” ini masih tetap bertema sosial dengan kalimat-kalimat yang sedikit nakal yang memang menjadi ciri khas Dik Doank. Meski telah mengeluarkan 3 album, namun Dik Doank lebih terkenal sebagai pembawa acara. Dik pernah menjadi pembawa acara untuk acara siaran langsung piala dunia FIFA World Cup 2002 Korea-Jepang bersama Ucok Baba. Selain itu, berkat membintangi sebuah produk minuman penambah energi, Dik Doank dapat bertemu dan membintangi iklan yang sama dengan pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero. Pada tahun 2007, Dik Doank secara rutin tampil di televisi memandu acara "Selamat Pagi" di Trans 7 bersama Desy Ratnasari. Pada tahun 2008 mengisi acara europhoria 2008 yang di siarankan oleh Rcti saat berlangsung Euro 2008 di Austria dan Swiss Kehidupan sosial Dik Doank sangat perduli dengan kehidupan dan lingkungan sosial. Di tempat tinggalnya, di kawasan Jurangmangu, Ciputat, Tangerang, Dik mendirikan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, yang sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah bertema alam tersebut diberi nama "Kandank Jurank Doank". Sekolah ini berawal dari keprihatinan Dik terhadap keterpurukan nasib pendidikan sebagian anak-anak Indonesia. Dik juga perduli dengan lingkungan sekitarnya. Setiap minggu, Dik mengadakan diskusi dengan warga di lingkungan rumahnya, sebagai perwujudan kepedulian terhadap lingkungan. Sejak tahun 2004, Dik Doank mendirikan "Yayasan Dik Doank". Yayasan ini menaungi sekolah yang memperkenalkan pendidikan dan mengembangkan bakat anak-anak. Melalui sekolah ini, Dik juga mencoba memberi bekal bermain sepak bola kepada anak-anak. Kehidupan pribadi Dik Doank menikah dengan Myrna Yuanita pada tahun 1993. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 3 orang anak, Ratta Billa Baggi, Geddi Jaddi Membummi, dan Putti • Jangan Takut - 1997 Filmografi • Kuldesak - 1997 • Ariel & Raja Langit - 2005 • Ikhsan: Mama I Love You - 2008

Nomor telepone Dik Doank

Irvan Dadi Telp 085100292698 Sekolah Maroko Jl. H Salim III No 07 Radio Dalam Jakarta Selatan Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma Dik Doank 21 September 1968 (umur 48) Indonesia Penyanyi Pembawa acara 1994 - sekarang Myrna Yuanita Ratta Billa Baggi Geddi Jaddi Membummi Putti Kayya Hatti Imanni Dik Doank suka menggambar dan mengarang komik sejak kecil. Hobi ini terus dikembangkannya dan saat berusia 15 tahun, Dik mulai mengarang lagu. Karyanya sering diikutkan dalam lomba meski belum pernah menang. Selepas SMA, Dik mempertajam bakat seninya dengan belajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Desain Grafis spesifikasi cover album dan poster. Hasil kerja keras Dik dapat dinikmati di sampul kaset album milik Atiek CB, Chrisye, Broery Pesulima, Nike Ardilla, Ebiet G. Ade, Koes Plus dan AB Three. Setelah sekian lama bergelut di bidang pembuatan cover album, akhirnya Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]-->

Irvan Dadi
Telp 085100292698
Sekolah Maroko
Jl. H Salim III No 07
Radio Dalam Jakarta Selatan

Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma Dik Doank 21 September 1968 (umur 48) Indonesia Penyanyi Pembawa acara 1994 - sekarang Myrna Yuanita Ratta Billa Baggi Geddi Jaddi Membummi Putti Kayya Hatti Imanni Dik Doank suka menggambar dan mengarang komik sejak kecil. Hobi ini terus dikembangkannya dan saat berusia 15 tahun, Dik mulai mengarang lagu. Karyanya sering diikutkan dalam lomba meski belum pernah menang. Selepas SMA, Dik mempertajam bakat seninya dengan belajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Desain Grafis spesifikasi cover album dan poster. Hasil kerja keras Dik dapat dinikmati di sampul kaset album milik Atiek CB, Chrisye, Broery Pesulima, Nike Ardilla, Ebiet G. Ade, Koes Plus dan AB Three. Setelah sekian lama bergelut di bidang pembuatan cover album, akhirnya

Dik Doank bisa menembus dapur rekaman pada tahun 1997. Single "Pulang" dari album pertama langsung melejitkan nama Dik Doank. Dik kemudian meluncurkan album "Jangan Takut" dengan single hits "Pak Posku" dan "Digoda Waria". Tahun 2004, Setelah absen kurang lebih 5 tahun, Dik mengeluarkan album ketiganya bertajuk “180 Derajat”. Lirik lagu di album “180 Derajat” ini masih tetap bertema sosial dengan kalimat-kalimat yang sedikit nakal yang memang menjadi ciri khas Dik Doank. Meski telah mengeluarkan 3 album, namun Dik Doank lebih terkenal sebagai pembawa acara. Dik pernah menjadi pembawa acara untuk acara siaran langsung piala dunia FIFA World Cup 2002 Korea-Jepang bersama Ucok Baba. Selain itu, berkat membintangi sebuah produk minuman penambah energi, Dik Doank dapat bertemu dan membintangi iklan yang sama dengan pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero. Pada tahun 2007, Dik Doank secara rutin tampil di televisi memandu acara "Selamat Pagi" di Trans 7 bersama Desy Ratnasari. Pada tahun 2008 mengisi acara europhoria 2008 yang di siarankan oleh Rcti saat berlangsung Euro 2008 di Austria dan Swiss Kehidupan sosial Dik Doank sangat perduli dengan kehidupan dan lingkungan sosial. Di tempat tinggalnya, di kawasan Jurangmangu, Ciputat, Tangerang, Dik mendirikan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, yang sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah bertema alam tersebut diberi nama "Kandank Jurank Doank". Sekolah ini berawal dari keprihatinan Dik terhadap keterpurukan nasib pendidikan sebagian anak-anak Indonesia. Dik juga perduli dengan lingkungan sekitarnya. Setiap minggu, Dik mengadakan diskusi dengan warga di lingkungan rumahnya, sebagai perwujudan kepedulian terhadap lingkungan. Sejak tahun 2004, Dik Doank mendirikan "Yayasan Dik Doank". Yayasan ini menaungi sekolah yang memperkenalkan pendidikan dan mengembangkan bakat anak-anak. Melalui sekolah ini, Dik juga mencoba memberi bekal bermain sepak bola kepada anak-anak. Kehidupan pribadi Dik Doank menikah dengan Myrna Yuanita pada tahun 1993. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 3 orang anak, Ratta Billa Baggi, Geddi Jaddi Membummi, dan Putti • Jangan Takut - 1997 Filmografi • Kuldesak - 1997 • Ariel & Raja Langit - 2005 • Ikhsan: Mama I Love You - 2008

Jasa Team Building di Jakarta murah

Paket team building di wilayah Puncak, Bogor ataupun Sentul adalah kemasan program outbound dengan menggunakan lokasi di wilayah favorit dengan akses dekat dari arah Ibukota Jakarta untuk digunakan sebagai sarana tempat diselenggarakannya rangkaian kegiatan outbound dengan program team building. Program team building itu sendiri memiliki tujuan untuk menjadi stimulus kemampuan diri setiap individu guna meningkatkan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik kemampuan secara personal maupun kemampuan di dalam sebuah tim. Sehingga setiap peserta pelatihan akan terbentuk menjadi seorang individu - individu berkualitas dengan kemampuan unggul di dalam segala bidang, soft-skill ataupun hard-skill. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Sukses suatu event out bound  dibutuhkan team building yang handal, KJD siap membantu event outbound anda, tentunya untuk  menambah keakraban suasana kerja dan menambah motivasi  serta kersa sama dalam sebuah tim.
Tim dari  KJD sudah berpengalam dalam event organizer selam 10 tahun lebih 








Jumat, 04 Agustus 2017

Fitri Trofica dalam event Indonesia Exim Bank di Bandung

Fitri tropica support event One of the roles and functions of Indonesia Eximbank in improving export productivity and competitiveness is carried into Advisory Services Program. This is in line with the Government’s nawacita program to improve people's productivity and competitiveness in the international market so Indonesia can move forward and rise with other Asian countries.

Fitri Trofica dalam event Indonesia Exim Bank di Bandung


Ruang Lingkup Indonesia Eximbank dalam Melaksanakan pembiayaan ekspor nasional diberikan dalam bentuk Pembiayaan, Penjaminan, dan Asuransi baik secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah.